Senin, 12 Juni 2017

8 Hal Mengapa Habib Rizieq Belum Ada Di Indonesia


HABIB DAN VISA KHUSUS 'UNLIMITED DAYS' DARI KERAJAAN SAUDI

1. RED NOTICE.

Polri mengirimkan permintaan Red Notice kepada Interpol. Polri membangun mimpi bahwa Muhammad Rizieq Syihab harus dinyatakan sebagai Buronan Internasional. Ia diposisikan bagaikan Terrorist pencabut nyawa, atau Koruptor Besar yg perbuatannya telah meruntuhkan keuangan negara.

Tapi hingga saat ini, jika kita ketikkan First name & last name nama Muhammad Rizieq Syihab di kolom pencarian Red Notice Interpol, akan dijawab: Not Found.
Rupanya Red Notice Ditolak. Bahasa halus ala polisi mungkin adalah RN masih dalam perjalanan ke interpol, dan mungkin harus diperbaiki data2 nya.
Padahal sudah bisa diduga, pengajuan RN itu layak dianggap tak masuk akal. Interpol berisi orang2 pintar, jauh lebih pintar dari yg memohonkan red notice atas Habib Rizieq.
Red Notice kepada Neneng, istri dari terpidana kasus korupsi Nazaruddin saja, pernah ditolak dengan alasan bukti yg kurang kuat. Padahal secara kasat mata, bisa ditengarai sang istri ikut menikmati hasil 'kerja keras' Nazaruddin tsb.
Nah, apalagi ini. Memohonkan buron atas Rizieq Syihab dalam Kasus Chat Mesum yg jelas Rekayasa. Seolah menganggap Interpol seperti badan yg kurang kerjaan saja.

2. AMNESTY KEPADA WNA ILEGAL.

Faktanya, pertengahan Juni ini adalah batas terakhir pemberian Amnesty dari Pemerintah Saudi kepada warga2 asing yg overstay atau ilegal.
Kerajaan Saudi Arabia memberikan fasilitas berupa penerbitan surat2 agar mereka bisa kembali ke negara masing2, menyediakan transportasi pulang, dan tidak memberikan hukuman denda maupun penjara.

Para pembenci Habib Rizieq bersorak gembira. Mereka bergoyang melontar pinggul kata2 ke depan dan ke belakang, bak penari perut ilegal: "Rasain, si Rizieq pasti ikut dideportasi balik ke Indonesia. Habis visanya, habis pula orangnya!''

Kalimat serupa juga diucapkan polisi dan petugas imigrasi Indonesia: "Kita tunggu visa Rizieq habis. Jika habis masa berlakunya, tentu dia dideportasi kembali kesini!"

3. VISA HABIB HABIS 12 JUNI '17.

Jangankan ditendang, atau dideportasi. Bahkan ditowel kulitnya saja tidak. Bahkan sang Habib diundang bak tamu agung oleh ulama2 besar Saudi. Bahkan dia duduk di kursi kehormatan, didengar kata2 dan takziahnya, dan dijamu bagai tamu resmi kehormatan.

Visapun terbit untuk 1 tahun ke depan, kata kuasa hukum Habib Rizieq 2 hari lalu. Kabar itu langsung didapatnya dr Habib. Dan hari ini terbit lagi kabar gembira yg lebih besar. Ternyata Habib mendapatkan VISA KHUSUS UNLIMITED DAYS. IZIN TINGGAL TANPA BATAS. IA BOLEH DATANG DAN PERGI KE SAUDI ARABIA, KAPAN SAJA. TAK ADA BATASAN.

Apa yg terjadi..?
Siapakah Muhammad Rizieq Syihab bin Hussein Syihab?
Kenapa keinginan untuk mendaoatkan perlindungan di Saudi dan kebutuhannya untuk mencari ketenangan disana seolah lebih dihormati, ketimbang desakan Pemerintah RI yg ingin menangkapnya?

4. BAGAIMANA POSISI POLRI DI MATA SAUDI?

Institusi Polri di mata Saudi, tentunya sama seperti mereka melihat Pemerintah RI keseluruhan. Mereka tentu menghormati pemerintahan Indonesia, tapi pasti tahu kelakuan para oknumnya.

Masih ingat ketika orang2 dari Kedubes KSA di Jakarta mendatangi para musafir Aksi Bela Islam 212? Mereka turun gelanggang malam2 menghampiri peserta aksi yg menginap di Istiqlal, untuk menunjukkan semangat Ukuwah Islamiyah. Mereka tau persis 212 terjadi karena apa..!

DAN DUKUNGAN BERDASARKAN SEMANGAT UKUWAH ISLAMIYAH ITULAH YANG DITUNJUKKAN SAUDI KEPADA HABIB RIZIEQ KINI, BUKAN KEPADA PEMERINTAH RI.
Sokongan itu, jika kita membaca lagi sejarah, dalam skala yg lebih kecil adalah mirip dengan dukungan Liga Arab kepada utusan Soekarno yg mencari dukungan atas kemerdekaan RI. Alasan mereka adalah tak akan membiarkan sesama muslim berjuang sendiri. Ukuwah Islamiyah, sesama muslim adalah bersaudara.

5. PEMERINTAH BISA APA MENGHADAPI SITUASI INI?

Yg pertama bisa dilakukan oleh pemerintah khususnya Polri, adalah menanggung malu. Itu dulu. Hayati yg satu itu dulu. Lalu instrospeksi diri, mengapa ini terjadi.

Pemerintah Saudi tidak dalam posisi ingin mempermalukan Polri. Tapi pasalnya, mereka punya hak untuk memutuskan sendiri kebijakannya terhadap Rizieq Syihab: Mendeportasi atau memberikan Visa Abadi.
Masalahnya adalah oknum2 polisi itu yg tak tau diri, belum2 sudah gembar-gembor seolah memiliki hak dan kuasa ikut menentukan masa berlaku Visa Sang Habib.
Mereka lain kali harus belajar merangkai kalimat diplomasi, agar tak malu berkali-kali.

6. LALU POLRI BISA APA UNTUK MENEKAN SAUDI?

Yaa... sepertinya gak bisa apa2.
Ingat, berapa juta kita menitipkan jiwa TKI dan TKW di rumah2 penduduk Saudi? Berapa devisa yg dinikmati oleh Pemerintah Indonesia dari hasil kerja keras penduduknya yg merantau di tanah Arab? Belum lagi nasib investasi Saudi untuk Indonesia, hasil dari Presiden Indonesia memayungi dan menyopiri Raja Salman!

Coba bandingkan dengan jumlah TKA asal Saudi yg bekerja di Indonesia. Ada memang, tapi tak banyak. Mereka umumnya bekerja sebagai tenaga ahli di proyek2 investasi Saudi disini, dan sebagian lagi di kelompok perusahaan milik Saudi yg beroperasi di Indonesia, seperti jaringan hotel yg ada disana sini.

Bagaimana dng orang2 Arab di puncak? Bisakah mereka dikriminalisasi, diusir, agar Saudi marah?
Heeiii..! Orang2 berwajah arab yg hanya mampu menyewa penginapan2 murah dan melakukan kawin kontrak itu umumnya adalah orang Persia, yaitu Iran dan beberapa negara Timteng sekitarnya. Umumnya penganut Syiah yg ingin Mut'ah. Kawin hanya sebulan, dua bulan, tiga bulan, lalu uang habis dan tiba saatnya meninggalkan kontrakan.
Selain memangsa gadis, orang2 berkocek menengah ke bawah berwajah arab itu jg banyak yg berdagang narkoba. Lihat para drug dealer yg tertangkap polisi itu, kebanyakan berwarganegara Iran. Mereka kurir dan juga pemasok.
Orang awam Indonesia selalu menganggap hidung mancung ala Arab identik dengan Saudi Arabia. Padahal jika ingin mencari warga Saudi, Qatar, Emirat, carilah di hotel2 berbintang, mereka menginap disana. Bukan di gang2 becek, di dalam kamar pengap, di atas kasur berjamur, di penginapan2 murah di Puncak sana.

7. KENAPA SAUDI 'LEBIH MEMILIH' MENGABULKAN PERMINTAAN RIZIEQ DARIPADA POLRI?

Bolehkah bertanya? Ini Pertanyaan sopan kok. "Apakah Kapolri pernah sekolah, pernah bekerja, di Saudi?' Habib pernah.

Kedudukan keluarga Kerajaan dan Ulama di Saudi adalah sangat tinggi. 'Apakah Kapolri punya relasi pribadi dengan keluarga kerajaan dan pernah bekerjasama dalam hal Dakwah dengan para Ulama Saudi?' Habib punya.

'Apakah oknum2 yg melakukan rekayasa dan mengkriminalisasi Habib Rizieq itu memiliki keterikatan emosi dengan Tanah Saudi..??'
Habib memiliki.

Itulah jawabannya. Rizieq Syihab mendapat beasiswa Sarjana dari OKI. Ia memilih berkuliah di King Saud University, salah satu Universitas terbaik di Timteng dan menjadi tempat menempuh ilmu para anggota keluarga kerajaan. Rizieq muda tinggal hampir 8 tahun di Riyadh ketika Raja Salman juga menjabat sebagai Gubernur Riyadh. Saat selesai menempuh kuliah dengan predikat Cumlaude, Rizieq yg Sarjana Ilmu Fikih bekerja mengajar di Riyadh. Semua sekolah di Saudi adalah gratis, artinya Sarjanawan Rizieq pernah mengabdi dan digaji oleh pemerintah Saudi.
Pertemanannya sangat luas. Ulama2 dan orang2 berpengaruh seumuran dengannya disana adalah jaringannya yg kini terus berkembang, yg telah ia kenal sejak dulu dikala masih muda. 

8. JADI BAGAIMANA BAIKNYA?

Yaa sudahlah.
Masak tak capek terus-terusan menanggung malu?
Sudahi sajalah drama tak mutu ini. Polisi tak akan pernah bisa mengalahkan Penulis Skenario Sinetron Tersanjung, yg telah terbukti dan terpercaya menguras air mata penonton hingga ratusan episode.

PENULIS SKENARIO TAKDIRNYA ADALAH MENULISKAN YANG TAK ADA. SEDANGKAN POLISI TAKDIRNYA ADALAH MENGUNGKAP DAN MENGADILI FAKTA.
Sampai kapanpun harusnya tak tertukar kedua fitrah itu. Apalagi jika ada campur tangan pengawasan Allah di dalamnya.

Kepada para Ahokers, coba diingat-ingat...
Inilah kata2 favorite yg sering ditulis oleh Ahokers: Gusti Allah Mboten Sare!
Nah, tak ada salahnya kalimat itu sekali2 kalian baca sendiri, artikan sendiri, dan percayai sendiri.
ALLAH NEVER SLEEP!

TAKBIR ....TAKBIR

Kamis, 18 Mei 2017

Berdoa Saat Tahajjud


Malam Jumat yang lalu, bab ke 26, Kitab Tentang Mushafir
Bab Shalat Lail dan Berdoa Di Saat Lailteriidiri darin4 hadits, berasal dari Abdullah bin Abbas.
Hadits 439
Shalat Nabi adalah 13 rakaat
Hadits 440
Adalah Nabi, ketika bertahajjud, beliau berdoa, Allahumma lakal hamdu anta nurus samawati wal Arsy, walakal hamdu, anta maimus samawati wal arda, walakal hamdu, anta samawati wal arda, wamafinhimna, antal haqu, warabbulhaq, wahunnka haq, waraiuka haqqun, waljannatun haqqun, wannarun haqqun, wanabbiyuna haqqun, wasaatun haqqun, allahumma, lakamanasantu, mabika amantu, ya alamantu, wabika amantu, waalaika tawaqaltu, wailaiku anahlu, wabika asamntu, waalaika ahantu, rabiqfili, wamaka amantu, wamaarasduwamanaanastu, anta ilaki, lailaha ilaha anta.

Jumlah yangdisebutkan aleh aisyah radihiyallahu anha, tidak menambah rakaat dan tidak mengurangi jumlah rakaat.
Dibolehkannya dalam keadaan tertentu.
Perkataan Abdullah bin Abbas, bisa dikompromikan, adalah jumlah rakaat... kemungkinan shalat pembuka.boleh juga shakat sunnah ba'da isya. 

Doa pembuka, ketika tahajjud dimalam hari. Dia juga qiyamullail, dia juga shalat tarawih, sehingga tidak ada perbedaan dengan shalat tahajud lainnya, tapi ada juga ulama yang mengatakan dilaksanakan setelah tidur. 

Doa pembuka setelah takbiratul ihram.
Doiftitah yang sampai ke kita. Sunnah mencoba menghafal doa, 1,2,3...agar lebih afdhol mengikuti sunnah.
Apakah bisa digabung?
Sunnahnya, satu saja. Satu shalat, cukup satu saja.
Maknanya:
1. Doa dimulai Allahumma...kebanyakan dalam al Qur'an robbana, alumma robbi...
Dalam hadits kebanyakan Allahummah...
Puji-pujian bagimu karena engkaulah maha sempurna, pantas dipuji karena kesempurnaannya. Dalam doa dikatakan juga "aku tak mampu menghitung puji-pujian untukmu ya Allah".
Pantaskah kita memuji orang? Maka Allahlah yang lebih dari itu...
Allahumma lakal hamdu.
Ketika ditanya, apakah kqmu oernah melihat Allah saat kamu dimi'raj... Bagaiamana aku bisa melihatnya, ada cahanya yang membatasiku. 
Rasulullah belum melihat Allah secara langsung, namun dalam mimpi pernah.
Tidak ada nama Allah, nur. Tapi disandarkan pada ciptaannya. Abdu Nurisamati wal arsy. 

Sumbernya dari cahaya yang hakiki, jika diartikan dalam maknawi maka untuk mengetahui mana yang hak dan mana yang bathil.
Rabb artinya pemilik, pengatur yang dilangit dan di bumi. Makhluk-makhluk yang diatas langit, dan yang ada di bumi.
Al-Haq nama Allah, maka betul jika dinamakan abdul haq.
Janji Allah pasti benar.
Barangsiapa yang rindu berjumpa dengan Allah, maka Allah juga akan rindu bertemu dengan mereka.
Jannna dan nar adalah kebenaran, keduanya makhluk yang nyata, yang dapat dirasakan nanti dan telah ada.
Masing-masing menunggu calon penghuninya.
Pada nabi-nabi benar adanya, wajib kita yakini bahwa hari kiamat pasti terjadi.
Dimulai dengan pujian kepada Allah.
Siap membela Allah, dan mempertahankan hak Allah sesuai dengan kebutuhannya, jika dengan kafir dengan senjata, bila dengan munafik dengan hujjah dan nasihat. (Media).

Nabi sebagai hakim..





8 Langkah Menyambut Ramadhan


Ramadhan adalah bulan yang memiliki banyak keutamaan. Selain karena ummat muslim wajib beribadah puasa, di bulan juga banyak ibadah sunnah yang sayang sekali untuk dilewatkan. Sebagaimana seorang atlet di cabang olahraga tertentu, mereka tidak serta merta ikut nimbrung berlomba. Sang atlet harus menyiapkan diri agar juara dan tidak kembali dengan kesia-siaan. Apatah lagi bulan yang menjanjikan limpahan pahala dan rahmat dari Allah ini. 

Berikut 8 langkah persiapan menyambut ramadhan,

1. Berusaha menyelesaikan semua urusan (dunia) yang menyibukkan sebelum masuknya bulan ramadhan.
2. Mulai mengurangi interaksi dan pertemuan2 yang tidak bermanfaat.
3. Hisablah dirimu setiap hari atas apa yang telah engkau lakukan dari​ amal shaleh di bulan sya'ban ini agar engkau mengetahui sebab-sebab kekuranganmu.
4. Mulai melatih diri dengan berbagai amal yang akan dikerjakan di bulan ramadhan khususnya shaum, shalat lail, dan menambah bacaan Al-Qur'an.
5. Perbanyak do'a dan berharap kepada Allah agar Dia memberi berkah pada umur dan amalmu sebagaimana Allah memberkahimu di bulan sya'ban dan ramadhan.
6. Hadirkan suasana dalam keluarga dengan mengingatkan mereka akan dekatnya bulan ramadhan  dan melatih  anggota keluarga yang sudah mampu untuk berpuasa.
7. Hendaklah engkau memiliki saat-saat bersendiri dimana engkau berzikir kepada​ Allah untuk membersihkan dan meluruskan jiwamu.
8. Bacalah Al-Qur'an dengan hatimu karena pada hakikatnya setiap ayatnya adalah surat dari Allah untukmu.

Saat hilal Ramadhan menyingkapkan diri nanti, kita telah siap untuk meraih ridho-Nya. Menjadi pemenang yang akhirnya finish tanpa penyesalan diri.

Marhaban ya Ramadhan...

Terjemahan dari risalah Syekh Umar alMuqbil hafidzahullahu ta'ala.

Rabu, 10 Mei 2017

Ormas Anti NKRI? Sebuah Catatan Imam New York Menyikapi HTI


Menimbang ormas-ormas anti NKRI
Imam Shamsi Ali. Sebagai anak bangsa yang telah menghabiskan dua pertiga umurnya di luar negeri, tetap konsisten cinta bangsa dan tanah air. Bagaimana pun juga ikatan batin dan emosi kebangsaan itu tidak pernah berkurang. Saya yakin, ini pula sentimen ribuan bahkan jutaan anak bangsa yang  hidup di berbagai belahan dunia ini.

Ada rasa cinta dan kedekatan yang tidak bisa diintervensi apapun, bahkan oleh kewarga negaraan itu sendiri. Dan ini pula yang menjadikan anak-anak bangsa di berbagai belahan dunia itu tetap mengikuti dari dekat, dan membangun perhatian penuh dengan Republik ini. 

Suatu hari saya hadir dalam acara perkumpulan lansia (lanjut usia) di kota New York. Mereka adalah orang-orang Indonesia yang umumnya berumur di atas 70 tahun, yang juga rata-rata telah menjadi warga negara Amerika. Mereka telah berpuluh-puluh tahun hidup di negara Amerika, beranak dan bercucu warga negara Amerika.

Yang menarik adalah saya mendegarkan percakapan hangat, dan terasa segar, justeru bukan mengenai Amerika. Tapi mengenai perkembangan mutakhir di dalam negeri Indonesia. Secara iseng saya bertanya ke beberapa orang di antara mereka: "kalau seandainya Tuhan memberikan umur panjang dan kemudahan, apa yang bapak/ibu ingin lakukan?". 

Saya sungguh terkejut dengan respon mereka. "Kalau ada umur panjang, saya hanya ingin memberikan kontribusi apapun yang saya bisa kepada bangsa saya, Indonesia". 

Ikatan emosi sekaligus pengalaman lansia ini menjadikan saya yakin bahwa nasionalisme bangsa Indonesia itu begitu kuat. Nasionalisme bangsa ini tidak semudah itu digeserkan oleh apapun, termasuk idiologi-idiologi apapun. Terkecuali tentunya yang telah membuktikan diri sebagai pengkhianat bangsa, seperti komunisme. Selebihnya diperlukan kejelian, kehati-hatian, dan penelitian yang dalam sebelum sampai ke sebuah kesimpulan.

 Pancasila, UUD dan NKRI

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah merupakan konsensus nasional untuk menjadikan Pancasila dan UUD sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semua manusia Indonesia telah menerima ini sebagai "warisan founding fathers" dan sekaligus nafas perekat kebangsaan. 

Dan karenanya memang dalam bingkai negara kesatuan, menolaknya adalah penolakan kepada bangsa dan negara itu sendiri. Dengan kata lain, menolak Pancasila dan UUD 45 adalah "treason" (pengkhianatan) kepada negara ini. Siapapun dan apapun latar belakangnya, baik secara etnis maupun agama harus menerima kedua pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini. 

Masalahnya kemudian adalah bagaimana mengakomodir variasi penafsiran Pancasila itu? Dan lebih khusus lagi dalam kerangka pemahaman agama-agama? Tidak saja dalam hubungan antar agama. Tapi juga berbagai penafsiran yang ada dalam satu agama (intra agama).

Agama adalah keyakinan dalam hati sekaligus petunjuk hidup. Dalam realisasinya agama bukanlah "bolduzer" yang menggusur segala hal dalam hidup manusia. Tapi datang menguatkan yang sudah baik dan memperbaiki yang tidak baik. Itulah sebabnya agama di satu sisi tegas. Tapi di sisi lain sangat fleksible mengakomodir berbagai paham dan praktek lokal dalam kehidupan manusia. Dan itu pula yang menjadikan warna agama pada tataran prakteknya berbeda dari satu bangsa ke bangsa yang lain. Sehingga wajar jika keragaman internal umat ini tidak kalah dari keragaman eksternalnya. 

Memahami Pancasila dari sudut pandang keyakinan dan pemahaman agama ini tentu juga tidak lepas dari kemungkinan keragaman itu. Ambillah misalnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Sudah pasti pemahaman makna dan defenisinya akan berbeda antara pemahaman seorang Muslim dan Hindu. Lalu dari kedua pemahaman yang berbeda karena ikatan agama masing-masing itu, mana yang dianggap benar dan loyal dengan Pancasila dan mana yang tidak? 

Saya melihat gegabah dalam menilai seseorang atau sekolompok orang sebagai anti Pancasila, UUD dan NKRI justeru bisa berdampak sangat negatif terhadap loyalitas dan nasionalisme kepada bangsa dan negara itu sendiri. Penafsiran atas pasal-pasal Pancasila dan UUD seharusnya tidak dijadikan pijakan kesimpulan jika orang atau sekelompok orang telah anti Pancasila, UUD dan NKRI. Tentu dengan catatan masih menerimanya sebagai pijakan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Mungkin sebagai ilustrasi saja. Dalam agama Islam adalah sebuah  kesalahan fatal untuk mengkafirkan seseorang yang masih percaya dengan agama Islam, percaya dengan Allah dan rasulNya, percaya dengan kitab suci Al-Qur'an, dan seterusnya, hanya karena memiliki penafsiran yang mungkin dianggap nyeleneh, bahkan salah. Selama itu penafsiran dan bukan pengingkaran, dia berhak untuk tetap berada dalam rumah Islam itu (Muslim). Mengeluarkannya dari rumah Islam hanya karena yang tidak sejalan dengan kita, bahkan salah sekalipun, tidak akan dilakukan kecuali oleh golongan "takfiri" yang super radikal itu.

Saya khawatir justeru menghakimi  orang atau kelompok orang tertentu sebagai anti NKRI hanya karena penafsirannya yang tidak disetujui merupakan sikap ekstrim yang sama. Artinya kekhawatiran kepada ekstremisme justeru juga dilakukan dengan sikap dan prilaku ekstrim yang sama.

Barangkali cara terbaik untuk mengukur loyalitas seseorang atau sekelompok orang itu dilihat dari gerak gerik dan sikapnya selama ini. Apakah sikapnya itu menguntungkan atau justeru merugikan, bahkan mengarah kepada merusak dan merobohkan bangunan negara dan kebangsaan? 

Siapakah selama ini yang merongrong kehidukan bernegara dan berbangsa melalui aktifitas ekonomi dan keuangan? Siapakah selama ini yang bermuka dua, di satu sisi berpura-pura cinta Indonesia dengan nasionalisme tapi di mana-mana bangsa dan negara ini diburuk-burukkan? Bahkan tidak malu bekerjasama dengan pihak luar, baik pemerintahan negara lain maupun organisasi-organisasi di negara lain untuk mencabik-cabik keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia? 

Hubungan emosional dan solidaritas keagamaan yang bersifat internasional, selama memang tidak mengarah kepada pemberontakan dan pengrusakan NKRI harusnya wajar-wajar saja. Saudara-saudara sebangsa kita yang kebetulan beragama Katolik jelas punya loyalitas tinggi dan solidaritas kuat dengan Vatican. Apakah itu berbahaya bagi NKRI? Dan apakah hal itu perlu dipertentangkan? Baru-baru ini ada seorang pengusaha besar keturunan yang mengatakan bahwa bagi dia Indonesia itu ibarat ayah tiri. Ayah kandungnya adalah negara China itu sendiri. Apakah ini bisa dikategorikan pengkhianatan dan pelecehan negara? 

Demikian pula dengan organisasi  HTI yang saya anggap sekedar gerakan moral yang tidak mengarah kepada pengrusakan NKRI. Tapi gerakan yang diikat oleh ikatan ideologi dan solidaritas Muslim internasional. Relasi mereka dengan gerakan HTI (Hizbut Tahrir Internasional) saya menganggap tidak lebih dari sebuah koneksi moral dan solidaritas. Toh dalam Islam, selain adanya perdebatan panjang tentang makna dan konsep khilafah, juga dengan realita dunia sekarang, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersifat global (khilafah) itu hampir mustahil. 

Oleh karenanya pembubaran HTI bisa berakibat sangat negatif. Apalagi hal ini dilakukan di saat-saat meningginya kecurigaan di antara elemen-elemen bangsa. Maka jika HTI dibubarkan karena dianggap anti NKRI, lalu bagaimana dengan organisasi-organisasi yang jelas-jelas bekerjasama dengan pihak luar untuk merongrong keutuhan NKRI? 

Dan bagaimana pula mereka yang seringkali menampakkan diri sebagai benalu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara? Mereka yang siap angkat kaki dan membawa kekayaan negara yang telah mereka kuras? Tidakkah mereka ini adalah kelompok-kelompok yang setiap saat merusak, melobangi perahu kebangsaan itu? 

Oleh karenanya ada dua hal penting yang perlu diingat. Satu, diperlukan kehati-hatian dan kejelian dalam mengambil kesimpulan tentang siapa yang anti Pancasila, UUD dan NKRI. Dua, diperlukan keadilan tanpa memandang siapa dan apa dalam menegakkan hukum dan menjaga keutuhan bangsa dan negara. Sehingga jika satu kelompok dinilai anti NKRI karena pemikiran dan sikap, maka semua kelompok yang memiliki pemikiran dan sikap yang sama diperlakukan sama di depan hukum.

Ada baiknya pemerintah melakukan pendekatan dialogis, mencari tahu arah pemikiran semua anak bangsa ini, termasuk HTI. Khawatirnya sebuah keputusan institusional justeru ditunggangi oleh kepentingan lain, yang memang bertujuan untuk melemahkan bahkan mencabik kesatuan bangsa ini. Sehingga pada akhirnya akan muncul kekuatan dominan yang punya kepentingan sempit, di luar kepentingan nasional.

Tentunya perlu saya tegaskan sekali lagi, bahwa sebagai bagian dari nasionalisme dan kecintaan kepada Indonesia kita mendukung segala upaya pemerintah untuk menjaga keutuhannya. Termasuk menindak tegas pihak-pihak yang memang ingin mencabik keutuhan NKRI ini. Namun sangat diperlukan kejelian dan keadilan dalam meengambil tindakan. Jika tidak, maka kebijakan pemerintah yang gegabah dan pilih kasih justeru bisa memicu reaksi yang akan memporak porandakan kesatuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Semoga Tuhan menjaga! 

New York, 8 Mei 2017

* Presiden Nusantara Foundation

Ket. Foto : Salah Satu Koran

Sabtu, 06 Mei 2017

H.O.S Tjokroaminoto Sang Pahlawan Nasional Pernah Pimpin Aksi Bela Islam


Dalam sejarah Indonesia, jauh sebelum Habib Rizieq Syihab dan ulama lainnya memimpin perjuangan melawan penista agama, tersebut nama H.O.S Tjokroaminoto. Dia memimpin demonstrasi umat Islam, persis seperti Aksi Bela Islam saat ini. Jadi beranikah anda bilang H.O.S Tjokroaminoto (mentor bung Karno) adalah penebar isu SARA?

Beranikah anda bilang bahwa Guru Bangsa itu berusaha memecah-belah bangsa?

Beranikah anda bilang bahwa 35.000 massa yang berkumpul di tahun 1918 itu adalah orang-orang bodoh yang tidak mengerti makna toleransi?

Kalau anda berani, bisa jadi justru anda yang penebar isu SARA, andalah yang memecah-belah bangsa, dan anda mungkin sekali termasuk orang bodoh, yang tidak tahu makna toleransi.

Kisahnya bermula dari sebuah harian
bernama  "Djawi Hisworo" yang pada awal Januari 1918 memuat artikel yang  berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw.  Penulisnya Djojodikoro dan judulnya "Pertjakapan Antara Martho dan Djojo".

"Gusti Kandjeng Nabi Rasoel minoem AVH, minoem Opium, dan kadang soeka mengisep Opium."

Kalimat itu secara jelas menuduh bahwa Nabi SAW adalah pemabuk, dan suka mengkonsumsi Opium.

Penistaan itu membuat geram umat Islam.  H.O.S Tjokroaminoto  dengan cepat membentuk organisasi bernama Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM) yang langsung dipimpinnya. TKNM mengajak rakyat Indonesia untuk menghadiri rapat besar di Kebun Raya Surabaya, pada 6 Februari 1918. Kegiatan ini sebagai sikap penolakan kaum muslimim terhadap penghinaan Nabi SAW.

Tidak kurang dari 35.000 umat Islam hadir. Tuntutannya  mendesak pemerintah Hindia Belanda dan Sunan Surakarta untuk segera mengadili Djojodikoro dan Martodarsono (pemilik surat kabar) atas kasus penistaan Nabi saw. (Jang Oetama : Jejak Perjuangan H.O.S Tjokroaminoto karya A.D Mulawarman)

Di waktu itu, tentu saja media tidak seperti sekarang. Tidak ada media sosial macam facebook, twitter, dan tidak ada TV. Radio pun hanya segelintir orang yang punya.

TNKM hanya bermodalkan pesan lisan dan media seleberan kertas untuk mengumpulkan massa sebesar itu.

Dan tentunya tidak ada bayaran atau Nasi Bungkus untuk mengumpulkan mereka.

Belajarlah sejarah lebih banyak lagi jika masih tidak sehat, dan mengatakan bahwa Aksi Damai Bela Qur'an yang diikuti jutaan manusia dari Sabang sampai Merauke, adalah upaya memecah belah bangsa.

H.O.S Tjokroaminoto adalah salah seorang Pahlawan Nasional yang tidak diragukan lagi jasanya dalam perjuangan pra-kemerdekaan Indonesia.

Jadi beranikah anda bilang H.O.S Tjokroaminoto (mentor bung Karno) adalah penebar isu SARA?

Beranikah anda bilang bahwa Guru Bangsa itu berusaha memecah-belah bangsa?

Beranikah anda bilang bahwa 35.000 massa yang berkumpul di tahun 1918 itu adalah orang-orang bodoh yang tidak mengerti makna toleransi?

Kalau anda berani, bisa jadi justru anda yang penebar isu SARA, andalah yang memecah-belah bangsa, dan anda mungkin sekali termasuk orang bodoh, yang tidak tahu makna toleransi.

Referensi buku "Jang Oetama : Jejak Perjuangan H.O.S Tjokroaminoto" karya A.D Mulawarman.

Kamis, 13 April 2017

Menjemput Impian


Menjemput Impian
Oleh: Rochma Yulika

Siapa diantara kita yang tak memiliki mimpi?
Semua akan menjawab bahwa kita semua punya mimpi.
Hidup tak lepas dari banyaknya keinginan, akan tetapi wajiblah kita berusaha memantaskan diri agar keinginan layak sampai pada kita.

Menjadi lebih baik menjadi keniscayaan agar ridha Allah senantiasa tercurah pada kita.
Ada kata kunci dalam menjalani lika-liku kehidupan ini.
Itulah yakin, sabar dan syukur.
Perlu kita kembali bertanya pada diri ini seberapa yakin kita bahwa Allah akan wujudkan.
Masalah keyakinan ini senantiasa selaras dengan keimanan kita.
Seberapa kokoh iman kita pada Allah akan menguatkan keyakinan kita bahwa harapan akan tercapai.

Namun...
Dalam menjalaninya tentu butuh yang namanya sabar.
Tak selalu harapan 'kan berjumbuh dengan kenyataan.
Bukan berarti kita tak berhak menerimanya.
Allah yang paling tahu kapan waktunya diberikan untuk kita.
Sabar dengan segala ketetapan-Nya pun wujud makin genapnya iman kita kepada Allah.
Kita senantiasa memahami bahwa segala takdir tak lepas dari kehendak-Nya.
Hasil apapun harus kita syukuri agar Allah senantiasa menambah nikmat untuk kita.

Sesungguhnya banyak isyarat dari apa yang kita lalui.
Itulah sejatinya kehidupan...
Dalam menjalaninya tak pernah tahu apa yang terjadi di masa yang akan datang.
Untuk itu kita butuh menjalaninya dengan yakin dan sabar.
Dan apapun hasilnya nanti kita harus mengiringinya dengan selalu bersyukur...

Semoga Allah mudahkan urusan kita.
Memudahkan langkah kita.
Berkesempatan menginfakkan jiwa dan raga untuk memperjuangkan agama ini.
Mengusung dakwah hingga kemenangan Allah karuniakan untuk kita.

Wallahul musta'an


◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/229/10/04/2017
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

Rabu, 12 April 2017

Memadukan Al-Quran Dengan Sains Modern Zakir Naik Tampil Memakau Di Unhas



Zakir Naik tampil dengan balutan jas warna hitam dan peci putih memukau peserta Qur'an dan Modern Sains yang dilaksanakan di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin (10/4).
Antusiasme masyarakat mengenai Qur'an dan Islam untuk datang di kampus terbesar se-Indonesia Timur ini  terbukti cepatnya tutup pendaftaran dan antrinya peserta sebelum loket registrasi belum di buka. 
DR. Zakir mengawali ceramahnya dengan  menjelaskan teori penciptaan bumi , atau lebih dikenal dengan Teori BigBang.Teori Big Bang atau ledakan besar ini dikemukan oleh seorang astronomi Amerika yang bernama Edwin Hubble tahun 1929.
DR. Zakir melanjutkan bahwa pendapat tersebut sudah ada sejak Al-Quran ada, 1.400 tahun yang lalu. Di surah Hud Ayat 7. Setelah tentang lenciptaaan bumi, DR. Zakir menjelaskan tentang bumi lonjong. 
"Bumi membentuk ini telah disebutkan 1400 tahun yang lalu, membentuk bola lonjong, setelah perjalan laut di tahun 1937." Tutur Zakir naik. 

Bulan yang sebelumnya dikira memiliki cahaya sendiri baru dapat dibuktikan sekitar 100 tahun yang lalu bahwa bulan hanya memantulkan cahaya, tapi Al-Quran juga sudah menjelaskannya. 
DR Zakir Naik menceritakan pengalamannya sewaktu masih sekolah (kuliah) yaitu pada sekirat tahun 1982 atau 35 tahun yg lalu, beliau diajarkan matahari dan bulan, tidak berotasi atau memutari orbitnya. Tapi sekarang perkembangan sains yang cepat selaras dengan Al-Qur'an. Sekarang peneliti juga  menjelaskan matahari akan memiliki waktu dan akan berhenti. Padahal di Surah Yasin ayat 38 sudah menjelaskan. 
"dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui".
Kemudian DR Zakir melanjutkan dengan menjelaskan tentang pelindung bumi yaitu atmosfer, tentang atom, siklus air yang kesemuanya ada di dalam Al-Quran.
Dua macam air, yaitu air payau dan laut. Kedua jenis air tersebut tidak ketemu dilautan, seperti yang ada di Mesir. Luas bumi yang luasnya 3.750 mil, dan fungsi gunung sebagai pasak juga  tidak luput dari ceramah beliau yang kurang lebih satu jam. Peneliti geologi akhir-akhir ini mengatakan bahwa adanya gunung mengurangi resiko gempa. "Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?" dalam Qur'an surah An Naba Ayat  6-7. Hal ini baru diketahui melalui seorang peneliti dari Amerika Serikat 50 tahun yang lalu. Yaitu fungsi gunung: membuat bumi ini stabil, seperti dalam Al Qur'an dan kami menjadikan gunung yg kokoh agar bumi tidak berguncang. 

Setelah panjang lebar mengenai bumi yang mendapat tepuk dan gelora takbir, DR. Zakir naik menjelaskan tentang persentase air dalam tubuh makhluk hidup, kemudian bagian terkecil benda yaitu tentang atom. Makhluk yanng diciptakan berpasang-pasangan, yang baru sekitar 3 atau 4  tahun baru diketahui ternyata tumbuhan juga memiliki pasangan, buah-buahan juga berpasangan. Hal ini ada dalam Surah Ad Dzariyat dan di surah Yasin.
Mengenai hewan, DR. Zakir naik menjelaskan cara berkomunikasi hewan, seperti penerima nobel yang meneliti komunikasi lebah, rumah yang paling kuat milik laba-laba, dan lebah yang membuat madu. 
Ahli debat asal India juga membuka pikiran kita bahwa semua sudah diceritakan dalam Al-Qur'an bahwan sampai hewan kecil pun seperti semut, sebagaimana kisah Nabi Sulaiman dan tentaranya.
Kemudian menjelang akhir ceramahnya beliau menjelaskan tentang penciptaan manusia, rahim yang gelap, tulang ekor dan saraf kulit. 
Untuk menjawab pertanyaan bagaimana mengembalikan tulang belulang yang hancur lebur itu? Beliau mengatakan bahwa
Allah sudah menjelaskannya dalam Al-Qiyamah Ayat 3-4, "Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna". 
Para peneliti sekrang baru mengerahui bahwa tulang ekor yang tidak dapat hancur, dan FBI menggunakan sidik jari untuk mengetahui identitas orang, karena sidik jadi ini tidak ada satupun orang yang sama. 
Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. 
Bunyi dari surat An-Nisa' tersebut antara lain sebagai berkut;"Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana." Kisah Professor masuk islam ini yang kemudian menjadi akhir ceramah DR.Zakir Naik di Unhas.
Seperti acara di sejulah kota sebelumnya, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan. Karena banyaknya yang ingin bertanya, penanya yang diprioritaskan hanya yang non-muslim. Alhasil, 8 nonmuslim mengikrarkan syahadatnya di depan 10.000 peserta. Acara ini hadir pula banyak tokoh seperti senator DPD Sul-Sel Azis Kahar Muzakar, Wakil Gubernur Arifin Nu'mang, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto, Rektor Unhas, Ketua MIUMI sekaligus Ketua Harian Wahdah Islamiyah, DR. Rahmat Abdurrahman, M.Ag. [AZ]