Rabu, 08 Agustus 2018

Cara Ini Terbukti Paling Aman Anda Selamat Saat Gempa


Cara Paling Aman Menyelamatkan Diri dari Gempa Bumi

Oleh Doug Copp
Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana
dari American Rescue Team International (ARTI)

PENGALAMAN

Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun. Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985. Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat.

PERCOBAAN

Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup "segitiga kehidupan". Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%. Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.

FAKTA

Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985. Semua anak   berlindung di bawah meja masing-masing. Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong. Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu. 

TEKNIK SEGITIGA KEHIDUPAN 

Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang saya sebut "segitiga kehidupan". Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

AMATI

1. Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah "segitiga kehidupan" yang anda temui.

2. Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum. 

3. Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

4. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.

5. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

6. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan
di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

7. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

8. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut
rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat!

9. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

10. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

11. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam  kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka.Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

12. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.


Sebarkan informasi ini dan selamatkan nyawa setiap orang Terima kasih Semoga bermanfaat 

Artikel kiriman sdr Kangsa Sasmita (060509)

Senin, 30 Juli 2018

Bacalah Kisah Ini, Agar Engkau Niat Berqurban


"Siapapun yang Belum Berniat Qurban Bisa Menangis Membaca Kisah Ini"

Idul adha kian dekat. Kian banyak orang yang mengunjungi stan hewan qurbanku. Sebagian hanya melihat-lihat, sebagian lagi menawar dan alhamdulillah tidak sedikit yang akhirnya membeli. Aku menyukai bisnis ini, membantu orang mendapatkan hewan qurban dan Allah memberiku rezeki halal dari keuntungan penjualan.

Suatu hari, datanglah seorang ibu ke stanku. Ia mengenakan baju yang sangat sederhana, kalau tidak boleh dibilang agak kumal. Dalam hati aku menyangka ibu ini hanya akan melihat-lihat saja. Aku mengira ia bukanlah tipe orang yang mampu berqurban. Meski begitu, sebagai pedagang yang baik aku harus tetap melayaninya.
 
"Silahkan Bu, ada yang bisa saya bantu?" sapaku seramah mungkin
"Kalau kambing itu harganya berapa, Pak?" tanyanya sambil menunjuk seekor kambing yang paling murah.

"Itu 2jt Bu," tentu saja harga beberapa tahun yang lalu. "Harga pasnya berapa?"
Wah, ternyata ibu itu nawar juga. "Bolehlah 1jt 700 ribu, Bu. Itu  Buat ibu, bolehlah kalau ibu mau"

"Tapi, uang saya Cuma 1jt 500 ribu, Pak. Boleh?" kata ibu itu dengan penuh harap. Keyakinanku mulai berubah. Ibu ini benar-benar serius mau berqurban. Mungkin hanya tampilannya saja yang sederhana tapi sejatinya ia bukanlah orang miskin. Nyatanya ia mampu berqurban.

"Baik lah, Bu. Meskipun tidak mendapat untung, semoga ini barakah," jawabku setelah agak lama berpikir. Bagaimana tidak, 1jt 500 ribu itu berarti sama dengan harga beli. Tapi melihat ibu itu, aku tidak tega menolaknya.

Aku pun kemudian mengantar kambing itu ke rumahnya. "Astaghfirullah… Allaahu akbar…" Aku terperanjat. Rumah ibu ini tak lebih dari sebuah gubuk berlantai tanah. Ukurannya kecil, dan di dalamnya tidak ada perabot mewah. Bahkan kursi, meja, barang-barang elektronik, dan kasur pun tak ada. Hanya ada dipan beralas tikar yang kini terbaring seorang nenek di atasnya. Rupanya nenek itu adalah ibu dari wanita yang membeli kambing tadi. Mereka tinggal bertiga dengan seorang anak kecil yang tak lain adalah cucu nenek tersebut.

"Emak, lihat apa yang Sumi bawa" kata ibu yang ternyata bernama Sumi itu. Yang dipanggil Emak kemudian menolehkan kepalanya, "Sumi bawa kambing Mak. Alhamdulillah, kita bisa berqurban"

Tubuh yang renta itu duduk sambil menengadahkan tangan. "Alhamdulillah… akhirnya kesampaian juga Emak berqurban. Terima kasih ya Allah…"

"Ini uangnya Pak. Maaf ya kalau saya nawarnya terlalu murah, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini, saya sengaja mengumpulkan uang untuk membeli kambing buat qurban atas nama Emak…." kata Bu Sumi.

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa dalam hati, "Ya Allah… Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hamba-Mu yang pasti lebih mulia ini, seorang yang miskin harta namun kekayaan imannya begitu luar biasa".

"Pak, ini ongkos kendaraannya…", panggil ibu itu.
"Sudah bu, biar ongkos kendaraannya saya yang bayar", jawabku sambil cepat-cepat berpamitan, sebelum Bu Sumi tahu kalau mata ini sudah basah karena karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya.

Untuk menjadi mulia, ternyata tak harus menunggu kaya. Untuk mampu berqurban, ternyata yang dibutuhkan adalah kesungguhan. Kita jauh lebih kaya dari Bu Sumi. Rumah kita bukan gubuk, lantainya keramik. Ada kursi, ada meja, ada perabot hingga TV di rumah kita. Ada kendaraan. Bahkan, HP kita lebih mahal dari harga kambing qurban. Tapi… sudah sungguh-sungguhkah kita mempersiapkan qurban? Masih ada waktu sekitar satu bulan.

Jika kita sebenarnya mampu berqurban, tapi tak mau berqurban, hendaklah kita malu kepada Allah ketika Dia membandingkan kesungguhan kita dengan Bu Sumi. Jika kita sebenarnya mampu berqurban, tapi tak mau berqurban, hendaklah kita takut dengan sabda Rasulullah ini:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

"Barangsiapa yang memiliki kelapangan untuk berqurban namun dia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami" (HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim)
QUOTES OF THE QURBAN

Siapapun yg Belum Berniat Qurban, sebaiknya bisa ternotivasi dg kisah di atas. In syaa Allah.

Senin, 23 Juli 2018

Kenapa Seorang Mayit Memilih “BERSEDEKAH” Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia?


Kenapa Seorang Mayit Memilih "BERSEDEKAH" Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia?

Sebagaimana firman Allah:

رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

"Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…" {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia tidak mengatakan,
"Maka aku dapat melaksanakan umroh" atau
"Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa" dll?

Berkata para ulama,
Tidaklah seorang mayit menyebutkan "sedekah" kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal…

Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya…

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

"Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia." (HR. Ahmad)

Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yang sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka…

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan,

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Iya". (HR. Bukhari & Muslim)

Dan, biasakan, ajarkan anak-anak kalian untuk bersedekah…

Pensiunnya Ozil di Timnas Jerman Disebabkan Agamanya Islam?


OOT, pensiunnya Ozil

" Bagi beberapa orang saya orang Jerman ketika menang, ketika kalah saya disebut imigran, saya sudah membayar pajak, mendonasikan fasilitas pada disekolah Jerman, saya membantu juara World Cup 2014, tapi saya tetap tidak diterima di sebagian Masyarakat Jerman " 

" Apakah ada kriteria yang belum saya penuhi untuk jadi orang Jerman ? Teman saya Podolski dan Klose tidak pernah disebut Jerman-Polandia, kenapa saya disebut Jerman-Turkey, apa karna saya muslim ? "

" Perlakuan yang saya dapatkan dari DFB & yang lain membuat saya tidak ingin menggunakan jersey Jerman lagi, saya merasa tidak dibutuhkan, sejak 2009 saya debut, mereka melupakan semuanya, seharusnya orang yang punya sifat diskriminatip & rasis tidak boleh bekerja di federasi sepakbola dunia " 

" Dengan berat hati setelah saya pertimbangkan saya putuskan untuk tidak bermain lagi, dulu saya bangga memakai jersey ini, tapi sekarang tidak, saya tidak akan diam saja ketika rasisme berlaku hanya saya saja, karna saya sudah memberikan semuanya untuk rekan-rekan, staf & Jerman tentunya " 

#Respect

Jumat, 20 Juli 2018

Tua adalah Hidup Disepertiga Waktu yang Terakhir


MENUA

Bagiku bagaimana menjadi tua itu teramat penting, agar paham pilihan yang tepat untuk mengisinya, lalu mengakhiri hidup ini dengan cara yang Allah inginkan... Bagiku bagaimana menjadi tua itu teramat penting, karena betapa banyaknya manusia yang menjalani mudanya dengan amal-amal ahli surga namun mengakhiri hidupnya dengan amal ahli neraka... Bagiku bagaimana menjadi tua itu teramat penting, karena husnul 'amal itu sepatutnya berujung pada husnul khatimah, karena akhir itu lebih baik daripada permulaan : "Dan sungguh akhir itu lebih baik daripada permulaan" (QS Adh-Dhuhaa :  4)

Tua adalah hidup di sepertiga waktu yang terakhir, dan Islam selalu memberikan kemuliaan pada sepertiga yang terakhir : sepertiga malam terakhir, sepertiga Ramadhan terakhir, sepertiga suapan terakhir, sepertiga tahun terakhir... Tua adalah bagaikan hidup di waktu Ashar menjelang Maghrib, usia yang difokuskan untuk beriman, beramal shaleh, saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran. Atau Si Tua akan hidup dalam kerugian : "Demi Ashar. Sungguh manusia dalam kerugian, kecuali yang beriman dan berama; shaleh. Dan saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran (QS Al-'Ashr)

Memastikan usia tua dalam jalan kebenaran sungguh bukan hal mudah, karena setiap jenjang usia ada penggodanya sendiri. Muda mungkin digoda dengan dunia, nafsu, ledakan emosional, ambisi, egoisme dan kekeraskepalaan. Namun tua justru digoda dengan keinginan untuk keluar dari hiruk-pikuk dunia, menjauhi konflik, ingin istirahat, menjadi safety player, to be a good guys, atau menjadi moderat. Tampak indah dan bijaksana, bukan ? Ya... tapi justru di sanalah penggodanya... Sebagaimana seorang Abid digoda dengan ibadahnya... Sebagaimana seorang dermawan digoda dengan kedermawanannya...

Orang bilang tua identik dengan menjadi lebih bijak dan moderat. Ya... dan itu sesuatu banget, alhamdulillah. Tapi itu pulalah cobaan terbesarnya. Terkadang menjadi bijak dan moderat itu membuat kaum tua telah mengganti garis tegas menjadi garis putus-putus... mengganti konflik dengan kompromi... mengubah hitam-putih menjadi abu-abu... Dan cobaan bijak-moderat ini makin meraksasa di akhir jaman, jaman di mana hati dibolak-balik, istiqamah menjadi barang mahal, sedangkan Rasulullah SAW justru meminta ummatnya untuk mensikapi akhir jaman dengan garis-garis ketegasan.

Sungguh Allah telah mempertontonkan kepadaku tentang tetua-tetua yang terjerembab dalam "kebijaksanaan" dan sikap "moderat"nya. Mungkin karena mereka menyalahartikan bijak-moderat sebagai sikap pertengahan. Padahal bijak-moderat dimaknai Islam sebagai adil dan proporsional. Mereka bilang wasit adalah manusia pertengahan, sehingga ummatan wasathan adalah ummat pertengahan. Padahal wasit adalah pengadil, dan ummatan wasathan adalah ummat penegak keadilan... Dan mereka yang ekstrem kiri-kanan di masa muda, juga berpotensi ekstrem moderat saat menua...

"Celakanya", ternyata menjadi Muslim tua di masaku akan berhadapan dengan cobaan dan godaan MODERAT TERSTRUKTUR. Ada yang menguji sikap-sikap tuaku dengan istilah radikalisme, intoleran, dan anti-kebihinnekaan. Sungguh ketuaanku tak suka dengan istilah-istilah itu dan menghindari sikap-sikap semacam itu. Lalu, telah disediakan pula untuk kaumku Agama Rahmatan Lil-'alamin yang kini resmi bernama Islam Nusantara yang santun, lembut, toleran, pertengahan, ramah-tamah. Haruskah aku bertekuk lutut dengannya agar aku tampak telah benar-benar menjadi tua, moderat  dan menjadi bijak ?

Beberapa tetua tampak telah bertekuk lutut. Mungkin karena mereka telah lelah berkelahi di masa muda. Telinga tua mereka sudah tak sanggup lagi mendengar suara bising pertengkaran tak berujung. Padahal di usia yang sama Rasulullah SAW baru mulai berperang, mendengar bisingnya suara pedang beradu, dan mengusir kaum Yahudi. Yaa Rabbii... matikanlah aku dalam husnul khatimah, aamiin...

Ditulis Oleh Ust.Adriano Rusfi

Rabu, 18 Juli 2018

Catatan dari Buku Harian Seorang Ibu


Bismillah: membaca ini tak terasa air mataku mengalir. .😭😭😭...

Catatan dari buku harian seorang ibu ....

Dulu ... rumahku ini ramai dengan anak2 ku ...
'
tawa mereka ... 

Tangis mereka ... juga pertengkaran antara mereka ...

 Buku2 berserakan disetiap sudut ruangan ...

 pensil , baju , mainan bertebaran di atas tempat tidur

 ... karena jengkelnya akupun berteriak : " cukup... jangan buat kekacauan dirumah ! ..

 ayo masing2 barang nya dibereskan ... 

susun rapi di tempatnya ! " .. 

Di pagi hari menjelang waktu sekolah ...

 seorang anakku mengadu : " ummi ... buku dan penaku hilang entah dimana ?" ..
. anak yang kedua berkata : " ummi ... mana bedaknya ?" ..

 anakku yang ketiga merengek :" ummi ... susunya tumpah " ...

yang keempat ... sambil memegangi kakiku mengadu cemas : " ummi ... aku belum
 mengerjakan PR "

 .... semua ... semua mereka mengeluhkan kelalaian nya masing2 ... 

Saat ini .. aku sudah tua ... 

anak2 sudah dewasa ... 

aku berdiri di depan pintu kamar anak2 ku ... tempat tidur

 tersusun rapi .. kosong tidak ada lagi yang tidur disana ... di lemari hanya ada sedikit pakaian ... pakaian masa kecil milik mereka ... 
di rumah ini sekarang sepi sekali ... tidak ada lagi yang tersisa selain aroma harum tubuh anak2 ku ... 

ya .. setiap anak2 ku itu memiliki bau yang khas bagiku ...

 aku menghirup udara dalam2 ... bau tubuh mereka seakan kembali ... meringankan rasa rindu yang menyesakkan dadaku .

. kenangan2 itu pun datang kembali ... kala aku marah pada seorang anakku ... ia langsung berlari dan memeluk kakiku : " maaf kan aku ... ummi " rintihnya ... dan ... tak terasa ... air mataku pun jatuh ... Anak2 kini sudah mandiri ... hidup di tempat2 yang jauh dengan keluarga masing2 ..

satu persatu meninggalkan rumah dengan

 ucapan yang sama : " jazakillah khairan ummi ... untuk semua kebaikan ... untuk semua kasih sayang ... 

aku tak akan pernah bisa membalas jasa ummi ... mohon doamu ummi " ...

 Ya ALLAH ... ingin rasanya kembali ke masa lalu ... waktu dimana anak2 masih kecil2 ....

Pesanku untukmu wahai para ibu ... nikmatilah tangisan ... rengekan dan suara teriakan anak2 mu ... nikmatilah bila buku2 .. pena .. mainan2 mereka berserak dan bertebaran ... nikmatilah setiap ketidak rapian rumah disebabkan ulah mereka ... jangan membentak ... jangan berteriak ... semua itu akan menjadi kenangan manis ... kenangan yang indah ... setiap ibu pasti akan mengalami seperti yang kini ku alami ... hari dimana setiap anak ... satu persatu akan keluar meninggalkan rumah tempat lahir mereka ... setiap satu anak ku keluar dengan membawa/ menyeret tas / koper nya ... ia ikut serta membawa/menyeret hatiku bersamanya ... ku peluk pintu itu setiap satu anak pergi ... aku memeluk pintu itu karena lututku gemetar ... separuh jiwaku seakan terbang pergi bersamanya ... lalu aku kembali mengumpulkan kekuatanku ... menghadapi sisa hidup sepi yang harus ku jalani ....

Selasa, 17 Juli 2018

Rintihan Perawan Tua Untuk Laki-laki




ﺗﺰﻭﺟﻮﻧﺎ .. ﺍﺳﺘﺮﻭﻧﺎ .. ﺍﺭﺣﻤﻮﻧﺎ ﻣﻦ ﻧﺎﺭ ﺍﻟﻌﻨﻮﺳﺔ ..

Nikahilah kami, lindungilah kami, sayangilah kami (terhindar) dari neraka perawan tua .

ﻋﻨﺪﻣﺎ ﺍﻗﺘﺮﺏ ﻋﻤﺮﻱ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺸﺮﻳﻦ ﻛﻨﺖ ﺃﺣﻠﻢ ﻛﺄﻱ ﻓﺘﺎﺓ ﺑﺸﺎﺏ ﻣﻠﺘﺰﻡ ﺫﻱ ﺧﻠﻖ ﻭﻛﻨﺖ ﺃﺑﻨﻲ ﺍﻷﻓﻜﺎﺭ ﻭﺍﻵﻣﺎﻝ، ﻭﻛﻴﻒ ﺳﻨﻌﻴﺶ ﻭﻛﻴﻒ ﺳﻨﺮﺑﻲ ﺃﻃﻔﺎﻟﻨﺎ، ﻭ .…ﻭ .… ﺇﻟﺦ .

Ketika umurku mendekati 20 tahun, aku pernah mengimpikan seperti gadis lainnya, untuk mendapatkan seorang pemuda (ikhwan) yang
konsisten dengan agamanya, berakhlak mulia, ketika itu akupun mulai menyusun pikiran dan angan-angan, dan bagaimana cara mendidik anak kami, dan… dan… seterusnya .

ﻭﻛﻨﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻮﻉ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺤﺎﺭﺏ ﺍﻟﺘﻌﺪﺩ ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ، ﻓﺒﻤﺠﺮﺩ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻟﻮﺍ ﻟﻲ ﻓﻼﻥ ﺗﺰﻭﺝ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﺗﺠﺪﻧﻲ، ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻌﻮﺭ، ﺃﺩﻋﻮ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺃﻗﻮﻝ : ﻟﻮ ﻛﻨﺖ ﻣﻜﺎﻧﻬﺎ ﻟﺮﻣﻴﺘﻪ ﻣﺜﻠﻤﺎ ﺭﻣﺎﻧﻲ،

Aku adalah termasuk orang yang memerangi poligami –semoga Allah melindungi dari sikap itu-sehingga, semata-mata mereka mengatakan
kepadaku: si fulan menikah lagi, aku lepas control, sehingga aku melaknat laki-laki itu, dan mengatakan, kalau aku di posisi istrinya aku akan melakukan seperti apa yang dilakukan kepadaku .

ﻭﻛﻨﺖ ﺩﺍﺋﻤﺎ ﺃﺗﻨﺎﻗﺶ ﻣﻊ ﺃﺧﻲ ﻭﺃﺣﻴﺎﻧﺎً ﻣﻊ ﻋﻤﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﺘﻌﺪﺩ ﻭﻳﺤﺎﻭﻟﻮﻥ ﺃﻥ ﻳﻘﻨﻌﻮﻧﻲ ﻭﺃﻧﺎ ﻣﺘﻌﻨﺪﺓ ﻻ ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ ﺃﻗﺘﻨﻊ، ﻭﺃﻗﻮﻝ ﻟﻬﻢ ﻣﺴﺘﺤﻴﻞ ﺃﻥ ﺗﺸﺎﺭﻛﻨﻲ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﺃﺧﺮﻯ ﻓﻲ ﺯﻭﺟﻲ .

Dan aku selalu berdebat dengan saudara laki-lakiku, dan terkadang dengan pamanku tentang poligami, mereka berusaha untuk meyakinkan kepadaku untuk menerimanya, namun aku tetapi berkeras kepala dan tidak ingin menerimanya,
akupun mengatakan kepada mereka, " mustahil wanita lain menyertaiku dalam suamiku .

ﺃﺣﻴﺎﻧﺎ ﻛﻨﺖ ﺃﺗﺴﺒﺐ ﻓﻲ ﻣﺸﻜﻠﺔ ﺑﻴﻦ ﺯﻭﺝ ﻭﺯﻭﺟﺘﻪ ﻷﻧﻪ ﻳﺮﻳﺪ ﺃﻥ ﻳﺘﺰﻭﺝ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻭﺃﺣﺮﺿﻬﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﺣﺘﻰ ﺗﺜﻮﺭ ﺛﺎﺋﺮﺗﻬﺎ ﻋﻠﻴﻪ .

Terkadang, aku menjadi penyebab (actor) dalam pertingkaian antara suami dan istri, karena suaminya ingin menikah lagi, dan akupun
memprovokasinya sehingga ia memberontak kepada suaminya .

ﻭﻣﺮﺕ ﺍﻷﻳﺎﻡ ﻭﺃﻧﺎ ﺃﻧﺘﻈﺮ ﻓﺎﺭﺱ ﺃﺣﻼﻣﻲ، ﺍﻧﺘﻈﺮﺕ ﻟﻜﻨﻪ ﺗﺄﺧﺮ ﻭﺍﻧﺘﻈﺮﺕ ﻭﻗﺎﺭﺏ ﻋﻤﺮﻱ ﺍﻟﺜﻼﺛﻴﻦ .

Hari-hari pun berlalu, sedengankan aku menunggu dan menunggu arjuna (udo –minang) impianku,
namun tak kunjung datang, aku selalu menunggu sementara umurku sudah mendekati 30 tahun .

ﻳﺎ ﺇﻟﻬﻰ ﻣﺎﺫﺍ ﺃﻓﻌﻞ؟ ﻫﻞ ﺃﺧﺮﺝ ﻭﺃﺑﺤﺚ ﻋﻦ ﻋﺮﻳﺲ؟ ﻻ ﺃﺳﺘﻄﻴﻊ، ﺳﻴﻘﻮﻟﻮﻥ ﻫﺬﻩ ﻻ ﺗﺴﺘﺤﻲ، ﺇﺫﺍً ﻣﺎﺫﺍ ﺃﻓﻌﻞ؟ ﻟﻴﺲ ﻟﻲ ﺇﻻ ﺍﻻﻧﺘﻈﺎﺭ، ﻭﻓﻲ ﻳﻮﻡ ﻣﻦ ﺍﻷﻳﺎﻡ ﻛﻨﺖ ﺟﺎﻟﺴﺔ ﻭﺳﻤﻌﺖ ﺇﺣﺪﺍﻫﻦ ﺗﻘﻮﻝ : ‏(ﻓﻼﻧﺔ ﻋﻨﺴﺖ ‏)، ﻗﻠﺖ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻲ ﻣﺴﻜﻴﻨﺔ ﻓﻼﻧﺔ ﻟﻘﺪ ﻋﻨﺴﺖ .. ﻭﻟﻜﻦ … ﻓﻼﻧﺔ ﺇﻧﻪ ﺍﺳﻤﻲ !!

Ya Allah, apa yang aku lakukan? Apakah aku keluar dan mencari marapulai (pengantin laki-laki minang), aku tidak bisa, mereka akan mengatakan, tidakkah pertua (perawan tua) itu malu? Lalu apa
yang aku lakukan? Tiada lain bagiku kecuali penantian. Pada suatu hari, aku duduk, dan aku mendengar selah seorang wanita mengatakan: si fulanah sudah menjadi perawan tua, akupun mengatakan dalam hati ku, wah… sangat kasihan si fulanah itu dia telah menjadi pertua, namun… si fulanah itu taunya namaku

ﻳﺎ ﺇﻟﻬﻲ ﺇﻧﻪ ﺍﺳﻤﻲ ﺃﻧﺎ ﺃﺻﺒﺤﺖ ﻋﺎﻧﺴﺔ، ﺻﺪﻣﺔ ﻗﻮﻳﺔ ﺟﺪﺍً ﻣﻬﻤﺎ ﻭﺻﻔﺘﻬﺎ ﻓﻠﻦ ﺗﺤﺴﻮﺍ ﺑﻬﺎ، ﻭﺃﺻﺒﺤﺖ ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻷﻣﺮ ﺍﻟﻮﺍﻗﻊ ﺃﻧﺎ ﻋﺎﻧﺲ .

Ya Allah, tahunya namaku, aku sudah menjadi perawan tua? Shok/trauma yang kuat sekali, bagaimanapun aku mengambarkannya kalian tidak akan bisa merasakannya, aku sudah berada di depan realita, aku adalah perawan tua.

ﻭﺑﺪﺃﺕ ﺃﺭﺍﺟﻊ ﺣﺴﺎﺑﺎﺗﻲ ﻣﺎﺫﺍ ﺃﻓﻌﻞ؟ ﺍﻟﻮﻗﺖ ﻳﻤﻀﻲ ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ ﺗﻤﺮ ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ ﺃﺻﺮﺥ، ﺃﺭﻳﺪ ﺯﻭﺟﺎً ﺃﺭﻳﺪ ﺭﺟﻼً ﺃﻗﻒ ﺑﻈﻠﻪ ﻳﻌﻴﻨﻨﻲ ﻭﻳﻘﻀﻲ ﺃﻣﻮﺭﻱ، ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ ﺃﻋﻴﺶ ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ ﺃﻧﺠﺐ ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ ﺃﺗﻤﺘﻊ ﺑﺤﻴﺎﺗﻲ .

Akupun mulai menghitung-hitung , apa yang akan aku lakukan, sementara waktu terus berjalan, hari-hari terus berlalu, aku ingin berteriak, aku ingin seorang suami, aku ingin seorang laki-laki, yang
mana aku berdiri di naungannya, yang akan membantuku dan memenuhi kebutuhanku, aku ingin hidup, aku ingin punya anak, aku ingin menikmati hidupku

ﺟﺎﺀﻧﻲ ﺃﺧﻲ ﺍﻷﻛﺒﺮ ﺫﺍﺕ ﻣﺮﺓ ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻲ : ﻟﻘﺪ ﺟﺎﺀﻙ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻋﺮﻳﺲ ﻓﺮﺩﺩﺗﻪ، ﻭﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺷﻌﻮﺭ ﻣﻨﻲ ﻗﻠﺖ ﻟﻪ ﻟﻤﺎﺫﺍ؟ ﺣﺮﺍﻡ ﻋﻠﻴﻚ ، ﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﻷﻧﻪ ﻳﺮﻳﺪﻙ ﺯﻭﺟﺔ ﺛﺎﻧﻴﺔ ﻋﻠﻰ ﺯﻭﺟﺘﻪ ﻭﺃﻧﺎ ﺃﻋﺮﻑ ﺃﻧﻚ ﺗﺤﺎﺭﺑﻴﻦ ﺍﻟﺘﻌﺪﺩ . ﻭﻛﺪﺕ ﺃﺻﺮﺥ ﻓﻲ ﻭﺟﻬﻪ : ﻭﻟﻤﺎﺫﺍ ﻟﻢ ﺗﻮﺍﻓﻖ؟ ! ﺃﻧﺎ ﺭﺍﺿﻴﺔ ﺃﻥ ﺃﻛﻮﻥ ﺯﻭﺟﺔ ﺛﺎﻧﻴﺔ
ﺃﻭ ﺛﺎﻟﺜﺔ ﺃﻭ ﺭﺍﺑﻌﺔ !

Suatu kali, abangku mendatangiku dan berkata: "hari ini telah datang seorang pria untukmu, tapi aku telah menolaknya" dengan spontanitas aku berkata: kenapa? Tidak boleh?, abangku mengatakan kepadaku: "karena ia ingin menjadikanmu istri kedua dan aku tahu kamu memerangi poligami". Hampir aku berteriak di hadapan wajahnya: " kenapa abang tidak
menyetujuinya? Aku rela untuk menjadi istri kedua, atau ke tiga, atau keempat .

ﺍﻵﻥ ﺃﺩﺭﻛﺖ ﺣﻜﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻌﺪﺩ ﻭﻫﺬﻩ ﺣﻜﻤﺔ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺟﻌﻠﺘﻨﻲ ﺃﻗﺒﻞ ﻓﻜﻴﻒ ﺑﺤﻜﻤﻪ ﺍﻷﺧﺮﻯ؟ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﺫﻧﺒﻲ ﻓﻘﺪ ﻛﻨﺖ ﺟﺎﻫﻠﺔ .

Sekarang aku mengetahui hikmah Allah dalam berpoligami, ini adalah satu hikmah yang telah membuatku menerimanya, bagaimana dengan
hikmah yang lain??? Ya Allah, ampunilah dosaku, sungguh aku tidak mengetahui ".

ﻭﻫﺬﻩ ﻛﻠﻤﺔ ﺃﻭﺟﻬﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﺃﻗﻮﻝ ﻟﻜﻢ : ﻋﺪﺩﻭﺍ، ﺗﺰﻭﺟﻮﺍ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻭﺛﺎﻧﻴﺔ ﻭﺛﺎﻟﺜﺔ ﻭﺭﺍﺑﻌﺔ ﺑﺸﺮﻁ ‏( ﺍﻟﻘﺪﺭﺓ ﻭﺍﻟﻌﺪﻝ ‏)، ﺃﻧﻘﺬﻭﻧﺎ ﻣﻦ ﻧﺎﺭ ﺍﻟﻌﻨﻮﺳﺔ ﻓﻨﺤﻦ ﺑﺸﺮ
ﻣﺜﻠﻜﻢ ﻧﺤﺲ ﻭﻧﺘﺄﻟﻢ، ﺍﺳﺘﺮﻭﻧﺎ ﺍﺭﺣﻤﻮﻧﺎ .

Ini seruan aku berikan kepada kaum laki-laki, aku katakan kepada kalian: berpoligamilah, menikahlah satu, dua, tiga dan empat, dengan syarat (ada kemampuan dan bersikap adil), selamatkanlah kami dari neraka pertua, kami adalah manusia, kami
merasakan, kami pilu, lindungilah kami, sayangilah kami

ﻭﻫﺬﻩ ﻛﻠﻤﺔ ﺃﻭﺟﻬﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺃﺧﺘﻲ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﺔ ﺍﻟﻤﺘﺰﻭﺟﺔ …

Ini seruan aku berikan kepada saudariku muslimah yang telah menikah.

ﺍﺣﻤﺪﻱ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻨﻌﻤﺔ ﻷﻧﻚ ﻟﻢ ﺗﺠﺮﺑﻲ ﻧﺎﺭ ﺍﻟﻌﻨﻮﺳﺔ ﻭﺃﺭﺟﻮ ﺃﻻ ﺗﻐﻀﺒﻲ ﺇﺫﺍ ﺃﺭﺍﺩ ﺯﻭﺟﻚ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ﻣﻦ ﺃﺧﺮﻯ، ﻻ ﺗﻤﻨﻌﻴﻪ ﺑﻞ ﺷﺠﻌﻴﻪ ..

Sanjunglah Allah atas nikmat ini, karena ukhti belum pernah merasakan neraka pertua, aku
berharap janganlah ukhti marah jika suami ukhti ingin menikah lagi dengan wanita lain, janganlah anda halangi dia, akan tetapi doronglah ia .

ﺃﻧﺎ ﺃﻋﺮﻑ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺻﻌﺐ ﻋﻠﻴﻚ ﻭﻟﻜﻦ ﺍﺣﺘﺴﺒﻲ ﺍﻷﺟﺮ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ، ﺍﻧﻈﺮﻱ ﺇﻟﻰ ﺣﺎﻝ ﺃﺧﺘﻚ ﺍﻟﻌﺎﻧﺲ ﻭﺍﻟﻤﻄﻠﻘﺔ ﻭﺍﻷﺭﻣﻠﺔ، ﻣﻦ ﻟﻬﻢ؟ ﺍﻋﺘﺒﺮﻳﻬﺎ ﺃﺧﺘﻚ ﻭﺳﻮﻑ ﺗﻨﺎﻟﻴﻦ ﺍﻷﺟﺮ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ﺑﺼﺒﺮﻙ ..

Aku tahu, bahwa ini sulit bagimu, akan tetapi, harapkanlah pahala di sisi Allah, lihatlah kondisi saudarimu yang pertua, janda cerai, janda kematian suami, siapakah yang mendampingi mereka?
Anggaplah dia saudarimu, anda akan meraih anugerah yang besar disebabkan kesabaranmu .

ﺗﻘﻮﻟﻴﻦ ﻟﻲ ﻳﺄﺗﻲ ﺃﻋﺰﺏ ﻭﻳﺘﺰﻭﺟﻬﺎ ﺃﻗﻮﻝ ﻟﻚ ﺍﻧﻈﺮﻱ ﺇﻟﻰ ﺇﺣﺼﺎﺋﻴﺎﺕ ﺍﻟﺴﻜﺎﻥ، ﺇﻥ ﻋﺪﺩ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺟﺎﻝ ﺑﻜﺜﻴﺮ ﻭﻟﻮ ﺗﺰﻭﺝ ﻛﻞ ﺭﺟﻞ ﺑﻮﺍﺣﺪﺓ ﻷﺻﺒﺢ ﻣﻌﻈﻢ ﻧﺴﺎﺋﻨﺎ ﻋﻮﺍﻧﺲ، ﻻ ﺗﻔﻜﺮﻱ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻚ ﻓﻘﻂ ﺑﻞ ﻓﻜﺮﻱ ﻓﻴﻨﺎ

Mungkin ukhti mengatakan kepadaku, seorang pemuda akan datang, dan akan menikahinya. Maka aku mengatakan kepada ukhti: "lihatlah kepada sensus penduduk, sesungguhnya jumlah wanita jauh lebih banyak daripada laki-laki, jika setiap laki-laki menikahi seorang wanita saja, pastilah kebanyakan wanita akan menjadi perawan tua, janganlah ukhti memikirkan diri sendiri saja, akan tetapi pikirkanlah kami .

ﺃﻣﻮﺕ ﺣﺮﻗﺔ ﻋﻨﺪﻣﺎ ﺃﺭﻯ ﺯﻭﺟﺎ ﻣﻤﺴﻚ ﺑﻴﺪ ﺯﻭﺟﺘﻪ ، ﻭﺗﻬﻴﺞ ﻣﺸﺎﻋﺮﻱ ، ﻭﻟﻜﻦ ﺑﻼ ﻓﺎﺋﺪﺓ ؟؟؟؟

Aku mati kebakaran ketika melihat seorang suami yang menggenggam tangan istrinya, perasaanku
bergejolak, tapi tanpa manfaat ???

ﺃﺧﺘﻜﻢ / ﺍﻟﻌﺎﻧﺲ

Saudari kalian Perawan tua

ﻓﻮﺍﺋﺪ ﺗﻌﺪﺩ ﺍﻟﺰﻭﺟﺎﺕ ﻻ ﻳﺨﻔﻰ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻤﻴﻊ ﻓﻮﺍﺋﺪ ﺗﻌﺪﺩ ﺍﻟﺰﻭﺟﺎﺕ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺃﻗﻮﻯ ﺩﻋﺎﺋﻢ ﺍﻟﻤﺤﺎﻓﻈﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻔﺔ،،،،،
ﻭﻭﺳﻴﻠﺔ ﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ ﻭﺳــﺎﺋﻞ ﺟﻠﺐ ﺍﻟﺨﻴـﺮ ﻭﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻭﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﻭﻫﺬﺍ ﻻ ﻳﺨﻔﻰ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻭﺍﻟﻤﻌﺮﻓﺔ ..
ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻟﻴﺲ ﻟﺪﻳﻚ ﺍﻟﺸﺠﺎﻋﺔ ﻟﻠﺘﻌﺪﺩ ﻓﻲ ﺍﻟﺰﻭﺟﺎﺕ .. ﻓﺎﺭﺳﻠﻬﺎ ﻟﻤﻦ ﺗﺮﻯ !

Manfaat poligami:
Semua orang tahu bahwa manfaat poligami adalah factor terkuat untuk menjaga dari dosa zina.
Merupakan salah satu sarana terbesar mendapatkan kebaikan, berkah, dan rezki yang
banyak.
Hal ini sudah diketahui oleh orang yang beriman dan berpengetahuan.
Jika kamu tidak memiliki keberanian untuk berpoligami, maka arahkanlah ia kepada siapa yang
anda anggap mampu


Surat Dari Seorang Perawan Tua Kepada Semua Laki-Laki

(Di Terjemahkan Oleh : Ust Muhammad Elvi Syam, Lc. MA ‏)

Sumber: Majalah Sakinah